Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Kisah-Kisah Mualaf yang Menyita Perhatian Sepanjang 2024

    Sepanjang tahun 2024, sejumlah tokoh memutuskan untuk memeluk agama Islam. Keputusan mereka menjadi mualaf setelah menerima hidayah tidak hanya mengubah hidup mereka tetapi juga menyita perhatian publik. Berikut tiga kisah mualaf yang menjadi sorotan sepanjang tahun tersebut, sebagaimana dirangkum dari Kaleidoskop 2024:

    1. Kisah Mualaf Legenda UFC: Royce Gracie

    Pada awal tahun 2024, Royce Gracie, legenda Ultimate Fighting Championship (UFC) dan Jiu Jitsu Brasil, mengejutkan publik dengan keputusannya untuk menjadi mualaf. Royce Gracie, yang sebelumnya secara terbuka mendukung zionis Israel, mengalami transformasi spiritual setelah bertemu dengan YouTuber Muslim Eddie Redzovic dan ulama Syekh Utsman Ibnu Farooq.

    Dalam pertemuan tersebut, Syekh Utsman menjelaskan tentang kondisi umat Islam di Palestina dan perjuangan mereka melawan penjajahan Israel. Penjelasan ini membuka pandangan Royce Gracie, membuatnya memahami sisi lain dari konflik yang selama ini ia dukung.

    “Sebelum semua orang datang ke sini dan mulai membenci posting-an Royce Gracie di Instagram mengenai sikap Israel pekan lalu, dia hadir untuk mendengarkan cerita dari sisi lain, pihak Palestina. Dia akhirnya mengucap syahadat. Allah adalah sebaik-baik perencana,” ujar Eddie Redzovic.

    Kisah Royce Gracie menjadi bukti bahwa hidayah dapat datang dari pemahaman yang lebih mendalam tentang kebenaran.

    2. Kisah Mualaf Petarung MMA: Jeff Monson

    Petarung mixed martial arts (MMA) Jeff Monson menjadi sorotan publik setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di Kota Moskow, Rusia, pada 20 Juni 2024. Dalam sebuah wawancara, Jeff bercerita bahwa perjalanan spiritualnya menuju Islam adalah transformasi terbesar dalam hidupnya.

    “Saya tersadar bahwa kita harus berbuat baik kepada semua orang, bukan hanya kepada mereka yang membutuhkan. Dalam Islam disebutkan bahwa orang harus menjaga keluarga, anak-anak, dan pada saat yang sama diri mereka sendiri, dan umat Islam harus saling mendukung,” ungkapnya.

    Jeff Monson merasa Islam memberikan kedamaian yang selama ini ia cari. Islam juga mengubah cara pandangnya terhadap hidup. “Islam telah mengubah sikap saya terhadap kehidupan, dan seluruh hidup saya. Saya memutuskan untuk mengabdikan diri pada agama ini,” tambahnya.

    Dengan keputusan tersebut, Jeff Monson tak hanya menjadi simbol transformasi spiritual, tetapi juga menunjukkan bagaimana Islam membawa perubahan positif dalam hidup seseorang.

    3. Kisah Mualaf Mantan Pesepakbola: Jota Peleteiro

    Jose Ignacio Peleteiro, atau yang akrab dikenal sebagai Jota Peleteiro, adalah mantan pesepakbola Spanyol yang memutuskan untuk menjadi mualaf pada tahun 2024. Keputusannya untuk memeluk Islam bermula dari interaksi dengan keluarga Muslim temannya, Faisal Buresli, di Kuwait.

    Jota Peleteiro merasa kagum dengan akhlak dan perlakuan keluarga Buresli terhadap dirinya. Pengalaman tersebut menginspirasi Jota untuk mempelajari Islam lebih dalam. Pada Februari 2024, ia kembali ke Kuwait untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

    “Saya sangat bahagia. Saya berada di momen terbaik dalam hidup saya. Saya sangat mencintai keluarganya (Buresli),” ujar Jota, seperti dikutip dari Al-Qabas. Keputusan Jota Peleteiro untuk menjadi mualaf menunjukkan bagaimana Islam dapat menyentuh hati melalui perilaku dan akhlak yang baik.

    Inspirasi dari Kisah Mualaf 2024

    Ketiga kisah di atas adalah contoh nyata bagaimana hidayah dapat datang kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Perjalanan spiritual Royce Gracie, Jeff Monson, dan Jota Peleteiro menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mampu memberikan kedamaian, jawaban atas pencarian hidup, dan transformasi bagi mereka yang menerima hidayah.

    Semoga kisah-kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus mencari kebenaran dan memperkuat keimanan.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728